Jikaprasyarat itu terpenuhi maka terjadilah masyarakat itu akan terpengaruhi oleh teknologi.seharusnya ideologi suatu bangsa merupakan suatu yang kekal dan tidak selalu berubah-ubah. Jika mudah terpengaruh berarti, ideology itu belum tertanam dalam keadaan masyarakat terguncang karena tidak adanya nilai-nilai yang dapat di pergunakan sebagai Dengankata lain jika etika, moral dan susila berasal dari manusia sedangkan akhlak berasal dari Tuhan. Dampak modernisasi dan globalisasi terhadap akhlak, etika,dan moral pemuda-pemudi bangsa ini. Modernisasi merupakan suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan Bahayayang terjadipun bisa terjadi tanpa peperangan sebab cukup dengan menyebarkan informasi tentang tentang nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi maka suatu bangsa akan dapat hancur. Selain daripada hal tersebut diatas, juga terjadi pergeseran dalam hal cara pemilihan barang. Jikakepribadian sebagai suatu identitas dari suatu bangsa, maka persoalannya adalah bagaimana pengertian suatu bangsa itu. Bangsa pada hakikatnya aalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu "kesatuan nasional" Makadari itulah kesadaran akan bangsa dan kepercayaan satu sama lain itu penting dalam suatu bela negara terhadap bangsa Indonesia. Bela negara adalah "tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa Karenavitalnya peran dan posisi sejarah dan tradisi suatu bangsa inilah maka strategi utama untuk bisa menguasai bangsa tersebut adalah dengan menghancurkan tradisi dan sejarahnya agar bangsa tersebut kehilangan jejak dan akar-akar sosialnya. Jika sudah demikian bangsa tersebut akan mudah dikuasai atau dihancurkan. . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap negara pasti memiliki ciri khas atau identitas tersendiri yang menjadikan negara tersebut berbeda dengan negara-negara lainnya. Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri khas atau karakteristik yang dimiliki suatu pihak sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang lain. Dan nasional memiliki arti sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara nasional sudah menjadi suatu yang melekat dan mencerminkan jati diri dari suatu Bangsa. Pembentukan Identitas nasional sudah menjadi ketentuan yang telah disepakati bersama untuk menjunjung tinggi dan mempertahankan bangsa dan berusaha memperbaiki segala kesalahan di dalam suatu pembentukan identitas nasional ada beberapa faktor seperti faktor primodial yang merupakan faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut. Sebenarnya dengan adanya identitas nasional sudah membentuk perwujudan dari sifat-sifat yang terdapat dalam unsur sosial dan budaya masyarakat. Seperti halnya di Indonesia yang di mana masyarakatnya ramah, sopan, pemaaf dan mempunyai jiwa kebersamaan yang tinggi Ada juga faktor sejarah yang membuat masyarakat bersatu dalam suatu bangsa. Persepsi yang sama dengan pengalaman di masa lalu seperti menderita bersama dikarenakan penjajahan dan hal itu membuat rasa solidaritas dan juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota bangsa pasti memiliki ciri khas atau karakteristik yang berbeda dengan bangsa lainnya untuk dapat dikenali oleh bangsa lain. Identitas nasional sebagai jati diri dapat menjadi alat pemersatu bangsa, contohnya bangsa Indonesia ini mempunyai Pancasila yang menjadi identitas nasional dan menjadi dasar dalam ber kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi pedoman dalam kehidupan rakyat nasional dapat menjadi landasan bagi sebuah negara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan adanya identitas nasional membuat negara mempunyai prinsip dan pegangan dalam mewujudkan potensi yang menjadi jati diri dari negara ras, suku, adat istiadat, agama dan bahasa menjadi suatu identitas yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, dengan munculnya era globalisasi dapat memudahkan pengaruh dari luar masuk dan membuat budaya lokal dan karakter dari bangsa Indonesia menjadi pudar dan bahkan mati. Era globalisasi yang pasti sudah tidak asing di tengah masyarakat sekarang, dengan munculnya era globalisasi membuat kemajuan teknologi yang memberikan berbagai kemudahan dan perkembangan yang dapat membantu manusia dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, sosial dan era globalisasi bangsa-bangsa di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan dari kekuatan internasional baik di bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Jika suatu bangsa tidak dapat mempertahankan identitasnya maka bangsa tersebut akan kacau dan sulit untuk mewujudkan suatu tujuan dikarenakan tantangan di era globalisasi. Maka dari itu identitas nasional sangat diperlukan agar suatu bangsa dapat mempertahankan eksistensinya dan mewujudkan tujuannya. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya MAKALAH DAMPAK GLOBALISASI TERHADP BANGSA DAN DAMPAK GLOBALISASI TERHADP BANGSA DAN Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Globalisasi adalah proses mendunianya suatu hal sehingga batas antara negara menjadi hilang. Saat ini globalisasi merupakan tantangan bagi setiap bangsa dan negara, khususnya Indonesia. Arus globalisasi sangat cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama generasi anak bangsa. Globalisasi termasuk ke dalam salah satu ancaman non-militer dan jika dibiarkan perlahan tapi pasti akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Bisa dibilang globalisasi merupakan bentuk baru dalam penjajahan, penjajahan dalam segala aspek tentunya membawa pengaruh, baik dari sisi positif maupun negatif. Pengaruh positif yang dapat kita lihat dan rasakan saat ini ada dalam berbagai aspek. Contohnya seperti dari segi politik yaitu, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat sehingga meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat terhadap segi ekonomi yaitu, terbukanya pasar internasional yang dapat meningkatkan devisa negara dan meningkatkan kesempatan kerja. Hal tersebut akan menunjang kehidupan nasional bangsa serta dapat meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa. Dan dalam aspek sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin, kejujuran, rasa tanggung jawab yang tinggi dan Iptek dari negara lain yang sudah maju. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Namun kehadiran globalisasi ini tidak hanya membawa pengaruh positif tapi juga membawa pengaruh negatif. Pertama, dampak nyata yang dapat kita lihat saat ini pada kehidupan sehari-hari yaitu cara berpakaian. Cara berpakaian masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang menggunakan pakaian yang sangat minim bahan di tempat umum karena gaya hidup yang cenderung meniru budaya barat dan dianggap oleh masyarakat dunia sebagai kiblat. Hal tersebut termasuk ke dalam penyimpangan terhadap norma kesopanan. Selain itu, hal tersebut juga membuat masyarakat kita khususnya anak muda perlahan melupakan pakaian tradisional Indonesia. Kedua, Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan ideologi bangsa Indonesia akan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme yang akan menghilangkan rasa nasionalisme bangsa jika hal tersebut terjadi. Ketiga, dalam aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri membanjiri Indonesia. Masyarakat kita khususnya anak muda lebih memilih produk luar negeri karena produk luar negeri dinilai lebih menarik, dengan kualitas yang bagus dan yang paling penting harganya yang cerderung lebih globalisasi mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, sehingga dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Kelima, munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian dan kurangnya interaksi sosial antarwarga. Sikap individualisme membuat masyarakat tidak akan peduli dengan kehidupan tersebut memang secara langsung tidak berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi, secara keseluruhan hal tersebut dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia sehingga perlahan kehilangan rasa nasionalisme dalam dirinya. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Untuk itu sangat penting bagi kita sebagai masyarakat Indonesia terutama generasi muda untuk selektif terhadap pengaruh globalisasi dalam segala aspek kehidupan baik itu aspek politik, aspek ekonomi, maupun aspek sosial kita sama-sama melepaskan sikap individualisme, egoisme, hedonisme, dan konsumerisme yang dapat merusak rasa kebersamaan, toleransi, semangat gotong royong, dan musyawarah mufakat yang selama ini menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Selalu berpikir kritis dalam menerima berbagai informasi dari media massa, sehingga tidak menghilangkan nilai-nilai yang selama ini kita jaga. Mulai gunakan dan cintai produk lokal, lestarikan kekayaan budaya Indonesia. Seperti, tarian daerah lagu daerah, makanan daerah, alat musik tradisional dan senjata tradisional. Jadikan perbedaan suku, ras, agama dan bahasa sebagai pemersatu bangsa Indonesia, sehingga negeri ini senantiasa aman, tentram dan damai. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

jika suatu bangsa menolak globalisasi maka bangsa tersebut akan