KapalPesiar Bersandar Di Tanjung Perak Warga menyambut kedatangan kapal pesiar Genting Dream yang akan sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/12/2017). Kapal pesiar tersebut mengangkut sekitar 2.561 wisatawan asing yang berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Kota Surabaya.
Datakapal sebelum sistem waktu tunggu untuk kapal penumpang dijalankan adalah sebesar 41.17 jam artinya bahwa pada saat kondisi dermaga kosong maka kapal yang masuk dapat segera dilayani tetapi ketika masa peak time, dan lalu lintas dermaga ramai maka kapal tidak dapat segera dilayani sehingga harus menunggu di rede. Begitu juga dengan kapal kargo yang mempunyai rata8rata waktu tunggu sebesar 47.49 jam dan untuk kapal curah kering adalah sebesar 70 jam Berdasarkan dari analisa dan Tabel 3.
Sebelumsandar di dermaga Jamrud Utara, kapal tersebut harus melalui prosesi protokol kesehatan secara ketat. Nanang Afandi, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Laut (Lala) Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak mengatakan, kapal yang mempunyai riwayat datang dari India tersebut sudah dikoordinasikan dengan semua lembaga kepelabuhanan termasuk
. Optimasi Waktu Sandar Kapal Untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan Di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak SurabayaOptimasi Waktu Sandar Kapal Untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan Di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak SurabayaTransportasi laut merupakan sarana penting diberbagai bidang, antara lain adalah bidang ekonomi, sosial, keamanan, dan lain-lain. Prasarana paling penting dalam keberlangsungan transportasi laut adalah pelabuhan. Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak merupakan terminal barang yang melayani domestik dan internasional. Dalam menjaga pelayanan pelabuhan agar berjalan tetap optimal, maka perlu menghindari waktu tunggu kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi optimasi waktu sandar kapal dengan mengoptimalkan pelayanan pengangkutan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan dan mengevaluasi data bongkar muat selama 6 tahun terakhir tahun 2011 sampai 2017. Analisa pelayanan di terminal Jamrud pelabuhan Tanjung Perak dilakukan dengan menggunakan metode pemrograman linier dan model metode model antrian. Hasil output yang utama adalah optimasi waktu sandar kapal. Hasil hasil analisis deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk meminimalkan waktu sandar kapal mendapatkan so...
Kapal perang Amerika Serikat USS Fort Worth bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin 3/8. SURABAYA - Kapal perang berbendera Amerika Serikat USS Fort Worth sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, guna mengikuti latihan bersama dengan TNI AL di kota tersebut. "Sesuai jadwal, kapal yang pada hari ini merapat di kade meter 880-984 pada pukul WIB tersebut direncanakan sandar di Tanjung Perak selama tiga hari," kata Kepala Humas Pelindo III Tanjung Perak, Dhany R Agustian, di Surabaya, Senin 3/8. Menurut dia, kapal dengan panjang Length Over All/LOA 104 meter dan berat Gross Tonnage/GT akan meninggalkan Dermaga Jamrud Utara pada tanggal 6 Agustus mendatang. Keberangkatan kapal itu direncanakan pada pukul WIB 6/8. "Akan tetapi, kapal tersebut kembali lagi ke pelabuhan ini pada tanggal 9 Agustus 2015," ujarnya. Kemudian, kapal perang kedua dengan bendera sama yakni USS Germantown siap sandar di Dermaga Jamrud Utara pada tanggal 4 Agustus mendatang. Kapal dengan panjang 186 meter dan berat GT tersebut tepatnya akan sandar di kade meter 999-1185. "Sementara, jadwal sandarnya pada pukul WIB," katanya. Lalu, tambah dia, kapal USS Germantown juga berencana kembali pada tanggal 6 Agustus mendatang. Hanya saja, keberangkatan kapal itu dilakukan pada pukul WIB. "Kunjungan kedua kapal perang itu, berdasarkan surat tembusan yang diterima Komandan Pangkalan Utama TNI AL V bertujuan mengikuti latihan bersama antara TNI AL dengan US Navy Carat-15," katanya. Sebab itu, lanjut dia, Pelindo III Tanjung Perak meminta pengertian dari semua pihak. Apalagi kedatangan kedua kapal perang itu merupakan kunjungan resmi kenegaraan. "Dengan demikian, kehadiran kedua kapal perang itu membutuhkan tempat yang khusus sehingga kami mohon maklum kepada semua kalangan yang beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak. Khususnya di Dermaga Jamrud Utara," katanya. sumber AntaraBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Suryatravel – Kapal Pesiar MV Seabourn Sojourn sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis 30/3/2023. Ratusan penumpangnya lantas mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Pahlawan. Berbendera Bahama, kapal pesiar ini membawa 298 orang wisatawan mancanegara wisman. Masing-masing wisatawan lantas bergabung dalam sejumlah kelompok untuk mengunjungi sejumlah sejumlah paket wisata berbeda. “Kami terus mengoptimalkan kunjungan wisatawan mancanegara. Di antaranya dengan melalui kapal pesiar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, Wiwiek Widayati di Balai Kota Surabaya. Sebanyak 90 orang wisman di antaranya mengunjungi Balai Kota. Disambut langsung oleh Wiwiek, wisman tersebut menikmati suguhan kesenian reog caplokan dari para seniman Surabaya hingga belanja produk UMKM di tempat yang sama. Selain mengunjungi Balai Kota, mereka juga mendatangi Pura Agung Jagat Karana, Arca Joko Dolog, Monumen Kapal Selam, hingga Pasar Bunga Kayoon. “Kalau di Balai Kota, mereka bisa menikmati sajian yang di Balai Kota. Kalau di Joko Dolog, mereka melihat artefak dan melihat patung. Kalau di Pasar Bunga Kayoon, mereka mengikuti workshop merangkai bunga,” katanya. Kedatangan wisman ke Surabaya sekaligus membangkitkan ekonomi Surabaya. Sebab, para wisman juga banyak berbelanja produk UMKM di Surabaya. Rencananya sejumlah kapal pesiar akan kembali singgah di Surabaya. Jadwal terdekat, kapal pesiar akan sandar pada 8 April mendatang. “Dalam satu tahun, sudah ada 13 kapal yang dijadwalkan akan sandar di Surabaya. Itu masih bisa bertambah,” katanya. Jumlah wisatawan ke Surabaya mengalami kenaikan signifikan sejak 2022 atau pasca menurun selama pandemi. Pada tahun tersebut, jumlah wisatawan mencapai 13 juta orang dengan 560 ribu di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. bob
Ahmad, Aulia., dan Muhammad Mashuri. 2016, Analisis Sistem Antrian Kapal Pengangkut Barang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 5 Andriani, Irawati. 2011, Optimalisasi Waktu Sandar Penyebrangan Untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan di Pelabuhan Merak-Bakauheni, Tesis. Progam Transportasi Pascasarjana. Jakarta Universitas Indonesia. Arikunto, Suharsimi, 1993, Manajemen Penelitian, Jakarta Rineka Cipta. Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 5 Tahun 2005 Tentang Asas Cabotage. Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM. 49 Tahun 2005 Tentang SISTRANAS Sistem Transportasi Nasional. Keputusan Menteri Republik Indonesia Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2002 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Kelautan dan Perikanan. Peraturan bersama Mendag Republik Indonesia dan Menhub Republik Indonesia No. 20/MDAG/4/’06 Tentang Pengangkutan Barang/Muatan Impor Milik Pemerintah Oleh Perusahaan Angkutan Laut Nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 1999 Tentang Angkutan Perairan. Sudijono, Anas, 1987, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta Rajawali Pers. Suparsa, I Gusti Putu. 2009, Optimasi Kinerja Pelabuhan Penyeberangan Ketapang - Gilimanuk, Jurnak Ilmiah Teknik Sipil Universitas Udayana, Vol. 13, No. 1. Triatmodjo, Bambang. 2010, Perencanaan Pelabuhan, Beta Offset., Yogyakarta. Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran. Wijaya, Oki Endrata. 2016, Optimasi Tingkat Pelayanan Dermaga Pada Pelabuhan Bakauheni Lampung, Tesis., Program Pascasarjana Teknik Sipil., Lampung Universitas Lampung.
Surabaya Antaranews Jatim - Operasional Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali normal setelah mobil yang tercebur ke laut di sisi tempat sandar kapal penumpang jenis "roll on-roll off" roro berhasil dievakuasi. Koordinator Sektor Dermaga Jamrud Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Amirudin, saat dikonfirmasi di Surabaya, mengatakan proses evakuasi berhasil dilakukan pada sekitar pukul WIB, Jumat dini hari. Mobil bak terbuka pikap nomor polisi B-9088-ZE tercebur ke laut di Dermaga Jamrud Selatan Tanjung Perak Surabaya pada sekitar pukul WIB, Kamis 15/3 sore, karena pengemudinya, Hutomo, warga Semolowaru Elok Surabaya, lupa tidak memasang rem tangan saat memarkirnya. Tidak ada korban jiwa karena pengemudinya saat kecelakaan ini terjadi sedang memancing di dermaga tersebut. Manager Terminal Jamrud PT Pelabuhan Indonesia Pelindo III Cabang Tanjung Perak Surabaya Denny Wuwungan mengaku dirugikan atas peristiwa kecelakaan ini karena operasional dermaganya menjadi terhenti selama proses evakuasi berlangsung. Dia menyebut salah satunya kapal penumpang KM Kumala yang berlayar dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terlambat sandar di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "KM Kumala menurut jadwal sandar di Dermaga Jamrud Selatan pukul WIB tadi malam. Terpaksa harus menunggu sampai proses evakuasi di dermaga selesai," katanya. Denny mengatakan tidak mungkin memindahkan tempat sandar KM Kumala ke dermaga lain di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena semuanya telah terjadwal bagi kapal-kapal lainnya. "Selain itu tempat sandar yang cocok dengan ukuran KM Kumala cuma di Dermaga Jamurd Selatan ini saja," ujarnya. Pada akhirnya KM Kumala sandar di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjelang subuh tadi pagi setelah proses evakuasi selesai. Denny mengatakan seluruh biaya proses evakuasi ditanggung oleh pemilik mobil yang tercebur ke laut. "Sekarang operasional Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak sudah normal kembali," ucapnya. * Video Oleh Hanif Nasrullah
Petugas menambatkan tali kapal pesiar Seabourn Encore saat sandar di Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 28/3. Kapal pesiar tersebut mengangkut ratusan wisatawan asing yang akan berkunjung ke sejumlah tempat wisata di kota Surabaya. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama/17 Jakarta – Pandemi Covid-19 telah menghantam sektor industri penerbangan dan angkutan darat babak belur. Hal itu ikut menghambat penerimaan negara bukan pajak PNBP dari dua sektor tersebut. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengakui hal itu. Bahkan dia menilai transportasi udara dan kereta api lumpuh di masa pandemi Covid-19. “Memang agak dilematis di masa Covid-19 ini. Karena memang kereta api dan udara itu sama sekali lumpuh. Jadi kalau udara itu cuma 15%. Hampir sama juga dengan kereta api. Kereta api itu kita tidak bisa mengoperasikan karena permintaannya sedikit. Itu sudah sedikit okupansinya juga kita batasi 50%,” terangnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V di gedung DPR, Jakarta, Selasa 17/11/2020. Dengan kondisi seperti itu, Budi mengakui PNBP dari dua sektor transportasi tersebut tidak akan maksimal selama pandemi Covid-19 masih melanda. Namun demikian, Kemenhub akan memaksimalkan PNBP dari sektor laut. Budi menilai, biaya sandar di pelabuhan masih bisa untuk dinaikkan. Sehingga bisa menutupi kekurangan PNBP dari udara dan kereta api. “Kami sedang upayakan PNBP ini dari laut. Karena di laut ini seperti biaya sandar di semua pelabuhan kita masih relatif bisa ditambahkan. Biaya-biaya pelabuhan, swasta, katakanlah di Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera itu logistiknya banyak sekali, mungkin kita bisa dapatkan,” ucapnya. Kenaikan biaya sandar dan biaya-biaya di pelabuhan itu akan dilakukan mulai tahun depan. “Sehingga tahun ini kita tidak bisa maksimal, tahun depan mungkin bisa maksimal dari 2 kegiatan itu,” pungkasnya.
jadwal kapal sandar di jamrud